♫ Melodies Of Life ♫

[Drabble] It’s Cold

on January 16, 2015

Don’t cry for me
It’s alright, i understand it all
Don’t smile for me
Because i know how hard it is for you
Don’t even brush past me
Don’t run into me
Because i might run to you and hug you
Don’t come to me
Because i might give you pain, I might give you tears
I’m afraid  *송지은 – 추워요

Sepasang kaki melangkah perlahan disepanjang jembatan diatas sebuah sungai yang tak begitu besar. Melangkahkan kakinya tanpa arah yang pasti lalu terdiam saat dirinya telah berada ditengah – tengah jembatan tersebut. Meletakan kedua tangannya dikayu besar yang menyangga jembatan tersebut. Menyimpan wajah diantara kedua tangannya. Menangis, meluapkan apa yang ada dipikirannya. Disinilah tempat dimana dia akan mengeluarkan sisi lain dirinya. Hanya seorang diri. Dia menjatuhkan dirinya menekuk kedua kakinya menjadikannya tumpuan untuk tubuh rapuhnya.

Waktu berputar cepat seakan ingin mengganti kejadian dimana seseorang yang kini masih setia dengan tangisannya. Lelaki itu mulai mengendurkan pelukan pada dirinya sendiri. Mengangkat kepalanya melihat matahari mulai menghilang lalu digantikan dengan sang bulan. Dia menempatkan tubuhnya pada posisi senyaman mungkin -tetap dengan kaki tertekuk- memandang kearah langit lepas.

“Ingin rasanya berbicara lagi padamu. Mendengar omelan mu. Tawa ringan mu. Semua yang ada pada dirimu.” Matanya tetap tertuju pada langit lepas memandang jutaan bintang disana.

“Tapi apa yang akan kukatakan, apa yang akan aku lakukan akan selalu salah dimatamu. Bukan kah begitu?” Menutup kedua matanya. Menyesapi rasa sepi dimalam yang cukup dingin.

“Lalu apa yang harus ku lakukan? Aku bukan berpura – pura bodoh atau tidak mengetahui apapun. Aku hanya berusaha untuk tidak membuat semuanya menjadi semakin rumit.”

Dia mengambil ponsel dari saku kanan jaketnya. Melihat seseorang dengan dirinya yang berada dalam satu frame foto. Kembali dengan menutup matanya.

” Semakin aku ingin memaksakan diriku untuk berbicara itu malah membuatmu diam. Begitu sebaliknya semakin aku diam kau yang memaksaku untuk berbicara. Aku tidak mengerti apa lagi yang seharusnya aku lakukan, Kim Taehyung.” Dia menekan beberapa kali ponselnya. Menghubungkan pada seseorang diseberang sana. Lalu memutar sebuah lagu.

* 송지은 – 추워요

Tak ada sepatah kata pun yang terucap dari sepasang manusia ini. Mereka saling terdiam menikmati setiap ketukan nada, setiap kalimat yang tersirat dari lagu tersebut.

Namun tak lama suara serak mulai terdengar kependengaran lelaki yang masih terhanyut pada lagu tersebut.

“Apa maksudmu?.” Akhirnya suara ini masuk kembali kependengarannya. Walau dia terkejut namun tersenyum setelahnya. Mungkin jika ada orang lain ditempat itu dia akan dicemooh dan dikatakan tidak waras.

“Jawab aku, Park!.” Ketegasan terdengar dari ucapan seseorang diseberang lainnya walau dengan suara yang lebih terdengar parau.

“Apa yang harus aku jelaskan, Kim?.”  Setelah menunggu lama suara itu pun kembali terdengar. Hanya sebatas bertanya.

“Jelaskan semuanya!?!.” Geram. Mungkin itu yang dirasakan sosok Kim tersebut.

“Tak ada yang perlu dijelaskan. Lagu itu sudah menjelaskan semuanya. Terserah bagaimana kau akan menanggapinya.”

Keheningan mulai tercipta diantara keduanya. Berfikir. Mungkin saja.

“Aku sungguh sangat berterima kasih padamu. Semua yang telah kau berikan. Kenangan yang telah kita lalui bersama. Kejadian – kejadian itu mungkin tidak akan terulang lagi. Aku benar – benar berharap bisa menggulangnya.” Suaranya kini ikut terdengar parau. Dia kembali menangis mengetahui dia dapat berbicara sepanjang ini lagi semenjak mereka bertengkar.

“Maaf jika perhatian – perhatian yang kau berikan terkadang terabaikan oleh ku. Aku meminta maaf untuk hal buruk yang pernah kita jalani selama ini. Aku hanya ingin berusaha menjadi yang terbaik-” dia berhenti sejenak, menstabilkan dirinya. Mengontrol emosi yang meledak – ledak seperti ingin dikeluarkan secara keseluruhan.

“- tapi aku tidak pernah bisa menjadi apa yang kau inginkan. Maafkan aku Kim. Kau memang berhak melakukan hal itu padaku. Melakukan banyak hal yng membuatmu senang tanpa memikirkan ku. Ini takdir yang masuk akal sekarang-” dia tersenyum pahit menatap langit diiringi dengan lagu yang merobohkan semua pertahannya.

“- aku melepasmu.” Isakan kecil terdengar dari sosok kim diseberang sana.

“Kau bodoh! Kau sadar tapi kau tidak mau merubahnya.” Tetap dengan isakan kecilnya memaki – maki Park yang kini juga menangis seperti dirinya.

“Aku tetap menyukaimu walau yang kita lakukan hanyalah bertengkar. Aku tidak mau menambah luka padamu-” belum selesai dia berbicara sosok Kim ini telah menyanggahnya dengan intonasi keras.

“Sudah cukup! Kau tidak mengerti.” Kim berteriak. Lelah. Mereka berdua lelah dengan semua yang terjadi namun tak mengerti bagaimana cara penyelesaianya.

“Ya, aku memang tidak pernah mengerti. Lalu apa yang kau harapkan lagi?.”

“Aku ingin… kau. Kenapa kau tidak berfikir juga, Park Jimin!”

“Aku tetap disini. Selama ini aku disisimu. Aku diam melihat semua permainan mu yang menyakitkan. Lalu kini apa lagi? Aku hanya menyembuhkan luka seseorang tapi membuat luka untukmu. Sudah jelas kenapa aku melepasmu?” Walaupun engan sesak di dadanya yang menyulitkan dirinya untuk bernapas tapi dia tetap berbicara sepanjang yang hatinya inginkan.

“Kau bisa bersama siapapun yang kau inginkan. Jangan pikirkan kesakitan ku. Tapi pikirkan kesakitan mu selama ini. Tenang saja. Aku akan baik – baik saja. Aku disini, tetap menjadi bayanganmu.” Park Jimin mengakhiri sambungan sepihak itu. Menatap layar ponselnya yang kembali gelap. Oh Park Jimin yang bodoh kini hanya diam tak bisa berfikir apapun. Dia tak ingin mengungkapkan hal yang sebenarnya membuatnya sesak. Tapi mungkin membahagiakan untuk seseorang bermarga Kim tersebut. Kim taehyung.

Don’t cry for me
It’s alright, i understand it all
Don’t smile for me
Because i know how hard it is for you
Don’t even brush past me
Don’t run into me
Because i might run to you and hug you
Don’t come to me
Because i might give you pain, I might give you tears
I’m afraid  *송지은 – 추워요

Advertisements

One response to “[Drabble] It’s Cold

  1. hyearaulia says:

    SYT MIMIAE!!!!!!
    Sumpah ini berasa……. curhat?
    It’s hurt….. so much pain.
    Kerasa banget feelnya 😭 dan aul masih ga ngerti sama mereka
    Kenapa mereka mendramatisasi keadaan 😭😭😭😭😭
    Terus Jimin juga sok geter banget lagi minta dicium!
    Sukaaa pokonya suka bangett! Aul tipe tipe suka ff kaya gini, pendek dan sakit. (terus hidup lagi /slapped *anaikan)
    Um… sarannya apa ya?
    Oh!!! Ini ini: Jangan lupa ditapakin (dengan indah) subjek di awal jalimat kamu aja fufufu biar tambah indah hahahahahaha
    Diksinya udah bagus kok! Woaaah keren keren! Tinggal dikit banget lagi ajaaa!
    Tapi tetep, overal I LOVE THIS FANFIC! MUAH! 😘😘

    Nb: Gila lama lama aul bisa nge ship jimin taehyung. Berasa diracuni secara tidak langsung! Aaaaa!!!!
    JANGAN LUPA NGABARIN FF SELANJUTNYA! AUL PEMBACA SETIAP SMEH PALING MANIS! KYAAA! SEE YOU SOON!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: